Polemik mengenai defisit APBD Lampung sebesar Rp1,8 triliun sebaiknya tidak dilihat dalam bingkai personal atau saling menyalahkan. Namun persoalan ini perlu ditempatkan dalam konteks tata kelola fiskal yang menyeluruh sebagai masalah sistemik, bukan personal.
Untuk memahami persoalan ini secara adil, kita perlu melihat kembali bagaimana APBD disusun dan disahkan. Penyusunan dan pengesahan APBD merupakan hasil proses bersama antara eksekutif dan legislatif. Artinya, seluruh asumsi pendapatan, proyeksi belanja, dan prioritas pembangunan disepakati dalam dokumen resmi daerah. Maka jika kemudian muncul defisit yang signifikan, itu menjadi tanggung jawab kolektif.
Lebih jauh, besarnya defisit ini mengindikasikan lemahnya antisipasi terhadap risiko fiskal, khususnya dari sisi pendapatan. Jika proyeksi penerimaan seperti Dana Bagi Hasil (DBH) atau penjualan aset tidak terealisasi, maka kita perlu menyadari bahwa perencanaan anggaran harus berbasis data yang terverifikasi, bukan asumsi yang terlalu optimis sehingga perencanaan anggaran tidak boleh bergantung pada harapan.
Selain itu, defisit ini juga menjadi refleksi dari kompleksitas proses pengambilan keputusan politik anggaran di daerah. Dalam hal ini, peran dewan tidak hanya terbatas pada persetujuan APBD, tetapi juga mencakup fungsi pengawasan yang bersifat kolektif bersama eksekutif untuk memastikan keberlangsungan fiskal yang sehat.
Saya mendorong semua pihak untuk melakukan evaluasi fiskal secara menyeluruh, baik oleh BPK maupun tim teknis daerah. Langkah ini penting agar tahun-tahun berikutnya, perencanaan anggaran bisa lebih realistis, belanja lebih fokus, dan masyarakat tetap mendapat pelayanan tanpa dikorbankan oleh kesalahan asumsi fiskal.
Saya juga mengapresiasi langkah terbuka pemerintah provinsi saat ini yang bersedia menjelaskan kondisi fiskal kepada publik. Ini adalah bentuk transparansi yang patut dijaga, sekaligus momen untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola keuangan daerah.*
Link: 🔗Defisit APBD Lampung: Masalah Sistemik, Bukan Personal – radarcom.id